Kamis, 05 Januari 2012

PENELITIAN BIOLOGI.

                    BAB I

     PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
         Bagi sebagian masyarakat, tomat bukanlah tanaman yang asing bagi masyarakat Indonesia. Hampir semua masyarakat mengenal tanaman ini. Dalam kehidupan sehari-hari tomat memegang peranan penting, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga. Mereka sering menggunakan tomat  hampir semua masakan, tomat tergolong sayuran buah multiguna dan multifungsi. Tomat bisa dimanfaatkan dalam keadaan segar maupun diolah terlebih dahulu. Dalam keadaan segar, tomat bisa sebagai sayuran, bumbu masakan setiap hari, ataupun sari buah. Jika diolah, tomat bisa dibuat bahan baku industri saus tomat, bahan kosmetik, atau bahan obat-obatan. Selain warnanya yang kemerah-merahan, buah tomat dengan rasa perpaduan manis dan asam  yang dapat dikomsumsi oleh siapapun.
          Sebagai bahan makanan, selain memiliki rasa yang unik, yakni manis dan agak asam, tomat juga memiliki kandungan dan komposisi gizi yang tergolong lengkap. Buah tomat jika dikomsumsi secara rutin, tomat juga bisa mencegah pembentukan batu di saluran kencing, menyembuhkan mual-mual pada pagi hari, sakit kuning, sembelit dan sakit maag. Khusus bagi anak muda, tomat juga bisa mengatasi jerawat yakni dengan melulurkan buah tomat diwajah yang terkena jerawat secara rutin setiap hari. Tomat dikenal sebagai bahan sayur serta  sering dimanfaatkan sebagai buah segar atau bahan minuman sehat. Tomat merupakan salah satu komoditas sayuran yang mengandung vitamin A dan vitamin C cukup tinggi, serta hampir semua bagiannya dapat dimakan. ( Redaksi Agromedia:2 ).
          Tanaman ini bisa tumbuh di mana saja, asalkan masih bisa mendapat sinar matahari. Jumlah penyinaran matahari akan mempengaruhi banyaknya kadar vitamin C dalam buah tomat. Kadar vitamin C buah tomat akan rendah bila tanaman mendapat jumlah penyinaran rendah. Demikian juga sebaliknya, jumlah penyinaran yang tinggi menyebabkan kadar vitamin C akan tinggi juga. Di Indonesia, tomat dianjurkan sebagai salah satu tanaman yang digelorakan dalam program Usaha Perbaikan Gizi Keluarga ( UPGK ). Jenis tanaman ini layak di budidayakan secara intensif dan komersial. Bagi yang ingin membudidayakan tomat sebagai bahan perdagangan, areal tanah dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
           Jelaslah bahwa pengembangan budidaya tanaman tomat penting artinya dalam usaha menunjang peningkatan pendapatan petani, UPGK dan masyarakat, perluasan lapangan kerja, pengembangan agribisnis dan agroindustri, pengurangan impor, dan peningkatan ekspor. Dalam melakukan fotosintesis, tanaman memerlukan 16 unsur kimia dalam pertumbuhannya, lebih lanjut dikemukakan oleh ( Pinus Lingga 1997:9 ) bahwa :
”Menerut penelitian, tanaman memerlukan 16 unsur kimia agar     pertumbuhannya normal. Tiga unsur yaitu unsur karbon (C ), unsur hidrogen (H ), dan unsur oksigen ( O ) diambilnya dari udara dan 13 unsur lainnya diserap dari tanah melalui akar –akar tanaman. Unsur-unsur ini sangat dibetuhkan oleh tanaman untuk fotosintesis.”

Sebagaimana kita ketahui bahwa serbuk gergaji biasanya digunakan sebagai bahan bakar kayu untuk keperluan rumah tangga, serbuk gergaji terdiri dari dua jenis ada yang kasar dan ada pula yang halus, serbuk gergaji dapat diperoleh melalui pabrik kayu atau para pedagang kayu yang menghasilkan serbuk gergaji.
Oleh karena itu dalam penelitian ini, penulis mencoba mencari alternatif lain yang relatif lebih murah dan cukup efektif, dengan memanfaatkan limbah dari hasil pengolahan kayu di pabrik atau tepatnya serbuk gergaji kayu jati menjadi kompos serbuk gergaji dengan memadukan antara dedak, kapur dan EM4 (Efektifitas Microorganisme) dengan tujuan untuk meningkatkan hasil produktivitas tanaman tomat, sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia.


B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, maka permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah
-         Bagaimanakah pemanfaatan serbuk gergaji terhadap pertumbuhan tanaman tomat (lycopersicum escelentum ) pada beberapa konsentrasi perlakuan?

C.     Tujuan Penelitian

Berdasarkan beberapa pokok permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka tujuan penelitianyang ingin dicapai penulis adalah :
-         Mengemukakan pemanfaatan serbuk gergaji jenis kayu jati terhadap pertumbuhan tanaman tomat pada beberapa konsentrasi perlakuan.

D.    Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Menambah pengetahuan dan wawasan bagi pembaca maupun peneliti tentang pemanfaatan limbah pabrik kayu yakni serbuk gergaji sebagai media tanam.
2.      Memberikan suatu metode alternatif baru dalam bercocok tanam khususnya pada tanaman tomat.
      BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR


A.   Tinjauan Pustaka

1.      Tinjauan umum tanaman tomat (lycopersicun escelentum)
         Tanaman tomat merupakan tanaman semusim yang berumur pendek, bersifat menjalar atau tegak, berbatang lunak, bulat, mudah patah dan keras setelah tua, tinggi tanaman berkisar antara 0,5 m–2,5 m, umumnya bercabang banyak. Bila keadaan lingkungan menguntungkan penyebaran akar berkisar antara 0,9 dan 1,5 m. Daun tanaman bervariasi, ada yang lebar, sedang dan kecil, berwarna hijau gelap dan hijau terang dan mempunyai buku-buku halus yang berbentuk menyirip.
           Buah tomat adalah buah buni, selagi masih muda berwarna hijau dan berbulu serta relatif keras, setelah tua berwarna merah muda, merah, atau kuning, cerah dan mengkilat serta relatif lunak. Bentuk buah tomat beragam: lonjong, pipih, oval, meruncing, dan bulat. Diameter buah tomat antara 2-15 cm, tergantung varietasnya. Jumlah ruang didalam buah juga bervariasi.
2.      Botani tomat ( lycopersicum escelentum )
          Dalam klasifikasi tumbuhan, tanaman tomat termasuk kelas dycotiledoneae (berkeping dua). Secara lengkap ahli-ahli botani mengklasifikasikan tanaman tomat secara sistematik :
Kingdom                 : Plantae ( tumbuh-tumbuhan )
Divisio                    : Angiospermae ( tumbuhan berbiji )
Sub divisio             : Angiospermae ( berbiji tertutup )
Kelas                       : Dicotyledoneae ( berbiji tertutup )
Ordo                        : Tubiflorae ( solanales )
Family                     : Solanaceae ( berbunga seperti terompet )
Genus                      : Lycupersicum ( lycopersicum )
Spesies                    : Lycopersicum escelentum mill.
        
3.      Morfologi tanaman tomat
a.      Akar
       Tanaman tomat memiliki akar tunggang, akar cabang, serta akar serabut yang berwarna keputih-putihan dan berbau khas. Perakaran tanaman tidak terlalu dalam, menyebar kesemua arah hingga kedalam rata-rata 30-40 cm, namun dapat mencapai kedalaman hingga 60-70 cm. Akar tanaman tomat berfungsi untuk menopang berdirinya tanaman serta menyerap air dan unsur hara kedalam tanah. Oleh karena itu, tingkat kesuburan tanah di lapisan atas sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan produksi buah, serta benih tomat yang dihasilkan.
b.      Batang
      Batang tanaman tomat berbentuk bulat, bercabang mulai dari ketiak daun yang berada dekat dengan tanah. Percabangan bagian bawah bertipe monopodial, batang pokok terlihat lebih besar dari pada cabangnya. Percabangan di bagian atas tanaman bertipe simopodial, antara batang dan cabang kurang jelas perbedaannya, bahkan terkadang cabang tampak lebih besar dibandingkan dengan batangnya. Batang pokok tomat ada yang dapat tumbuh terus hingga mencapai ketinggian 2-3 meter, namun ada pula yang pertumbuhannya berhenti setelah muncul rangkaian bunga. Batang dan cabang tidak berkayu dan di bagian dalam batang hingga cabang terdapat empulur berwarna hijau keputih-putihan. Kulit batang berwarna hijau dan berbulu. Selagi masih muda batang tanaman mudah patah, namun setelah tua menjadi kuat tidak mudah patah.
c.      Daun
         Daun tanaman tomat merupakan daun majemuk yang bersirip gasal, duduk daun teratur pada batang dan membentuk spiral dengan phyllotaxy 2/5. Daun berwarna hijau, berukuran panjang antara 15-30 cm dan lebar antara 10-25 cm. tangkai daun berbentuk bulat, berukuran panjang antara 3-6 cm. Jumlah sirip daun antara 7-9, terletak berhadapan atau bergantian. Sirip daun bergerigi tidak teratur. Sirip besar terkadang ada yang bersirip lagi atau bersirip ganda. Panjang sirip daun antara 5-10 cm dan berbentuk sedikit menggulung keatas. Daun tomat mengeluarkan bau yang khas jika diremas.
d.    Bunga
       Munculnya bunga tomat tidak tergantung pada fotoperoid. Bunga tomat merupakan bunga majemuk, terletak dalam rangkaian bunga terdiri atas 4-14 kuntum bunga, menggantung pada tangkai rangkaian bunga. Kedudukan rangkaian bunga beragam, ada yang terletak diantara buku, pada ruas, ujung batang, atau ujung cabang. Kelopak bunga berjumlah enam, berujung runcing, dan berwarna hijau. Mahkota bunga berjumlah enam, bagian pangkalnya membentuk tabung pendek berwarna kuning. Bunga tomat adalah bunga sempurna, memiliki benang sari, bakal buah, kepala putik, dan tangkai putik. Benang sari terletak mengelilingi putik, berjumlah enam, bertangkai pendek, dan berwarna kuning cerah.


e.    Buah
           Buah tomat adalah buah buni, selagi masih muda berwarna hijau dan berbulu serta relative keras, setelah tua berwarna merah muda, merah, atau kuning cerah dan mengkilat, serta relatif lunak. Bentuk buah tomat beragam: lonjong, pipih, oval, meruncing, dan bulat. Diameter buah tomat antara 2-15 cm, tergantung varietasnya. Jumlah ruang didalam buah juga bervariasi. Ada yang hanya dua seperti buah tomat cherry dan tomat roma atau lebih dari dua seperti tomat marmade yang beruang delapan. Pada buah masih terdapat  tangkai bunga yang beralih fungsi menjadi tangkai buah serta kelopak bunga yang beralih fungsi menjadi kelopak buah.
f.     Biji
           Pada setiap bakal buah tomat terdapat 250–1.000 bakal biji. Dari jumlah tersebut, yang dapat berkembang menjadi biji sekitar 20%-50%, tergantung dari varietas, teknik budi daya, dan lingkungan tubuhnya. Biji tomat berbentuk seperti ginjal, berbulu, berukuran lebar 2-4 mm dan panjang  3-5 mm, dan berwarna coklat muda. Jumlah biji dalam setiap buah tomat  beragam tergantung dari varietas dan ukurannya. Pada umumnya, setiap 1 kg buah tomat berisi sekitar 4 g benih. Sementara  dalam setiap 1g biji. Berisi 200-500 butir biji tomat. Biji kering yang disimpan dengan baik dapat bertahan selama  3-4 tahun.
          Mengingat berbagai faktor yang mempengaruhi produksi benih tomat, faktor perbanyakan bukanlah merupakan parameter yang tepat untuk menghitung produksi benih. Perhitungan produksi lebih mudah didekati dengan kelipatan pertanaman. Faktor perbanyakan tanaman tomat tipe indeterminate adalah 200 kali, sedangkan tanaman tomat tipe determinate adalah 50 kali.

4.      Jenis tanaman tomat
 Beberapa jenis tanaman tomat yang dikenal yaitu:
a.      Tomat apel (Licopersium pyrifore)
Bentuk buahnya bulat pipih, kuat, sedikit keras, bentuknya teratur dan menyerupai bentuk apel. Jenis tomat ini cocok ditanam di daerah dataran tinggi atau pegunungan.
b.      Tomat biasa (Licopersium commune)
Tomat ini buahnya bulat pipih, lunak, bentuknya tidak teratur dan sedikit beralur-alur terutama didekat tangkainya. Tomat ini banyak dijual di mana-mana jenis ditanam di daerah dataran rendah.
b. Tomat kentang (Lycopersium grandufolium)
Bentuk buahnya bulat besar, padat dan menyerupai buah kentang. Selain itu tomat ini agak kecil sedikit dan daunnya agak lebar.
c.      Tomat keriting (Lycopersium valiclum)
Buahnya berbentuk agak lonjong, keras seperti alpukat atau papaya yang dikenal tipe roma. Tomat ini disebut dengan tomat bonjol yang disenangi karena kulinya tebal. Jenis tomat ini tahan pengangkutan jarak jauh. Daunnya rimbun keriting seperti terserang oleh penyakit virus keriting, daunnya berwarna hijau kelam.

5.      Ciri varietas tomat unggul.
         Bibit adalah semaian ( calon tanaman ) yang akan ditanam petani untuk di ambil hasilnya. Bibit tomat yang baik berasal dari varietas yang unggul. ciri varietas unggul yaitu sebagai berikut :
1.      Sifat pertumbuhannya yang kuat dan subur
2.      Hasilnya banyak dan mutunya baik
3.      Tahan terhadap hama dan penyakit
4.      Umur panen yang singkat
5.      Dapat menyesuaikan diri dengan iklim dan tanah setempat.
6.      Dapat menyesuaikan diri dengan pemakaian alat pertanian yang tradisional maupun modern.

6.      Cara memperoleh varietas unggul
         Ada dua cara memperoleh varietas tomat unggul, yaitu dengan mencari berbagai macam informasi pada petani tomat teladan, balai benih, toko tani, dinas pertanian surat kabar, TV dan majalah pertanian ataupun melakukan percobaan sendiri dengan melihat hasil percobaan tersebut .

7.      Cara memperoleh benih unggul
         Ada dua cara untuk memperoleh benih unggul. Cara pertama mambeli pada balai benih atau toko tani yang diakui pemerintah sedangkan cara kedua dengan membuat benih sendiri.
a.      Membeli benih
          Benih tomat unggul dapat dibeli pada balai benih atau toko tani yang menyediakan benih unggul pada umumnya. Adapun yang menjadi ciri khusus benih unggul yaitu dikemas secara khusus. Ciri-ciri kemasannya yaitu :
1)     Terkemas dalam plastik yang bersih;
2)     Kemasan lapisan kedua terbuat dari aluminium;
3)     Bagian belakang sampulnya berlabel yang memuat tentang : nomor seri keaslian benih, dan tingkat kualitas benih yang meliputi sifat varietas, produksi, daya simpan benih, waktu pengemasan
( tanggal, bulan dan tahun).
b.      Membuat benih sendiri
          Petani yang ingin membuat benih sendiri perlu memperhatikan syarat buah tomat. Biji tomat yang akan dijadikan benih perlu memenuhi syarat yaitu:
1)     Berasal dari tanaman yang sehat dan pertumbuhannya subur
2)     Memilih pada saat  di pohon atau matang di pohon, sehat, serta tidak cacat.

8. Kandungan dan komposisi gizi.
           Apapun  varietasnya, tomat mengandung unsur gizi yang mengandung vitamin A, C, mineral, serat, dan zat fitonutrien. Bagi orang yang sedang mengalami demam, tomat mempunyai khasiat antipiretik yang dapat menurunkan demam. Sementara, kandungan serat yang tinggi didalam tomat mampu mengatasi gangguan pencernaan seperti sembelit dan wasir. Tomat mengandung zat gizi dan fitonoutrien. Provitamin A (karotenoid), vitamin B1, vitamin C, asam folat, mineral, kalsium, besi, belerang, potasium, kalium, fosfor, licopene, saponin, lutein, caumarine, asam sitrat, dan serat. Buah ini sudah sangat representatif untuk dikonsumsi orang-orang yang berdiet dan untuk para wanita yang selalu ingin tampil cantik. (http://gagiacs98.wordpress.com/).
           Bukan rahasia lagi, vitamin-vitamin tersebut sangat diperlukan tubuh untuk  pertumbuhan dan kesehatan. Vitamin A misalnya, untuk mencegah dan mengatasi xeroptalmia pada mata dan penyembuhan penyakit buta malam. Vitamin B untuk mencegah dan mengobati beri-beri, radang saraf, dermatitis, lemah otot dan penyakit lain yang timbul akibat kekutangan vitamin B. Selanjutnya Vitamin C untuk mencegah sariawan, memeliharakesehatan gigi dan gusi, serta melindungi dari penyakit lain yang disebabkan oleh kekurangan vitamin C. Sementara itu kandungan mineralnya seperti, besi (Fe) berguna untuk pembentukan sel darah merah. Mineral lainnya berupa kalsium (Ca) bermanfaat untuk pembentukan tulang dan gigi.
Secara rinci kandungan dan komposisi gizi buah tomat menurut
Direktorat Gizi Depkes RI tahun 1998 adalah sebagai berikut :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar